-->

Kurikulum K13 : Terintegrasi PPK, GLN, dan HOTS


Kurikulum merupakan suatu rencana yang dirancang sebagai pedoman serta pegangan yang akan di pergunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar. kurikulum merupakan hal yang penting yang bagi setiap sekolah supaya tujuan dan target yang telah direncanakan tercapai. 

Kurikulum yang dipakai di Indonesia pun beragam, mulai kurikulum 1994, KBK, KTSP dan K13 yang sudah beberapa kali direvisi sampai K13 revisi 2017. Pada kurikulum K13 revisi 2017 memuat didalamnya pendidikan karakter, gerakan literasi, dan terintegrasi HOTS.

Pada dasarnya semua kurikulum sudah baik pelaksanaannya, kurikulum 2013 sendiri hampir sama dengan KBK, yaitu kurikulum berbasis kompetensi, selanjutnya di ubah ke KTSP yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan. kurikulum ini sama-sama menekankan peserta didik terlibat aktif dalam proses belajar mengajar.


Pengertian Kurikulum Menurut Pendapat Para Ahli

Adapun Beberapa pengertian kurikulum menurut pendapat para ahli adalah sebagai berikut:

Menurut UUD No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 butir 19, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Nasution 2006 Mengungkapkan kurikulum adalah sesuatu yang dipandang sebagai rencana yang telah disusun untuk melancarkan proses belajar-mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya
Nana Syaodih 2009 Menyebutkan Pengertian Kurikulum merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar-mengajar.

Harsono 2005 Mengungkapkan Pengertian kurikulum merupakan suatu gagasan pendidikan yang diekpresikan melalui kegiatan praktik. Pengertian kurikulum sekarang ini terus berkembang, sehingga kurikulum itu tidak hanya sebagai gagasan pendidikan, namun secara menyeluruh program pembelajaran yang terencana dari institusi pendidikan nasional.

H. Hasan 1992 Menjelaskan bahwa kurikulum itu bersifat fleksibilitas, yaitu sebagai suatu pemikiran kependidikan bagi diklat, sehingga dalam teori teoritik, wajib untuk dikembangkan dalam kurikulum sebagai sesuatu yang terencana serta hal yang dianggap sebagai kaidah pengembang kurikulum.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kurikulum suatu Rencana atau rancangan mengenai tujuan serta metode yang telah di rancang untuk mencapai tujuan proses belajar mengajar dengan lancar.

Terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter

Pada tahun 2017 presiden Joko Widodo menandatangani peraturan penguatan pendidikan karakter yang termaktum dalam PERPRES No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. artinya ada keseriusan dari pemerintah dalam membenahi karakter putra putri Indonesia menjadi lebih baik. 

Hal ini sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu pendidikan melalui olah hati, olah rasa, olah pikir dan olahraga. Penguatan pendidikan karakter bertujuan sebagai pondasi pembangunan bangsa dan juga menghadapi degradasi akhlak yang pada jaman ini sudah sangat merosot.

Terintegrasi Gerakan Literasi Nasional

Literasi merupakan suatu Kemampuan mempergunakan  berbagai keterampilan dalam kehidupan. Gerakan Literasi nasional merupakan gerakan literasi dengan tujuan supaya setiap warga masyarakat melek membaca. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. 
Gerakan Literasi nasional terbagi menjadi Gerakan Literasi Sekolah, Gerakan Literasi Keluarga, dan Gerakan Literasi Masyarakat. 6 Literasi dasar yaitu literasi baca tulis, literasi numeri, literasi finansial, literasi sains, literasi ICT, dan literasi Budaya.

Terintegrasi HOTS

HOTS merupakan kepanjangan dari High Order Thinking Skill, yaitu pembelajaran yang memerlukan kemampuan berfikir tingkat tinggi. Sesuai dengan Taksonomi bloom pembelajaran harus mencakup tiga ranah, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.

Taksonomi Bloom adalah taksonomi dalam bidang kependidikan yang dicetuskan oleh Benjamin S. Bloom. Taksonomi ini bertujuan untuk mengklasifikasikan materi atau tujuan dari pendidikan. Ada 6 aspek tingkat berpikir pada ranah kognitif, dan beberapa aspek telah direvisi oleh anderson pada tahun 2001. adapun aspek ranah kognitif adalah sebagai berikut:
Berdasarkan gambar diatas dapat diperhatikan Level paling dasar sampai ke yang paling tinggi pada ranah kognitif yang telah direvisi Anderson adalah remember (C1), understand (C2), Aplikasi (C3), Analisis (C4), Evaluasi (C5), dan mencipta (C6). Tingkat C1, C2, C3 adalah Level LOTS (low Order thinking Skill. Sedangkan HOTS berada pada level C4, C5, dan C6.

Demikian sedikit penjelasan tentang kurikulum K13, semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kurikulum K13 : Terintegrasi PPK, GLN, dan HOTS"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel