-->

Pengertian dan Prinsip Penyusunan Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran mempunyai kedudukan penting terhadap tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

Guru atau pendidik harus mampu menyusun atau merumuskan materi pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip penyusuran materi pembelajaran itu sendiri..Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang pengertian dan juga prinsip-prinsip penyusunan materi pembelajaran.


Pengertian Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran merupakan bahan yang diperlukan untuk pembentukan pengetahuan keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi.

Menurut National Center for Vocational Education Research Ltd ada tiga pengertian materi pembelajaran yaitu: 1) merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/ instruktur untuk perencanaan dan penelaah inplementasi pembelajaran; 2) segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam kegiatan belajar mengajar di kelas; 3) seperangkat substansi pembelajaran yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok yang utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam proses pembelajaran.

Materi pembelajaran adalah bentuk bahan atau  seperangkat substansi pembelajaran untuk membantu guru/instruktur dalam kegiatan belajar mengajar yang disusun secara sistematis dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan supaya pelaksanaan pembelajaran bisa mencapai sasaran. Materi Pembelajaran adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan. 

Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan supaya pelaksanaan pembelajaran bisa mencapai sasaran artinya materi pembelajaran yang dirumuskan haruslah menunjang tercapainya Kompetensi Inti dan kompetensi dasar, dan tercapainya indikator kompetensi yang diharapkan


Jenis-Jenis Materi Pembelajaran

Jenis-jenis materi pembelajaran dapat dibagi menjadi 4 jenis sebagai berikut:
  1. Fakta adalah segala hal yang berwujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama objek, peristiwa, lambang, nama tempat, nama orang dan lain sebagainya. Contoh: Nabi Muhammad adalah nabi terakhir umat Islam.
  2. Konsep adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, cirri khusus, hakikat, inti/isi dan sebagainya. Contoh: Pengertian manajemen, pengertian kebugaran jasmani.
  3. Prinsip adalah berupa hal-hal pokok dan memiliki posisi terpenting meliputi dalil, rumus, paradigm, teori serta hubungan antar konsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. Contoh: hukum newton I, II, III.
  4. Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam melakukan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem. Contoh: langkah-langkah dalam menggunakan mengukur kebugaran jasmani siswa.



Prinsip-Prinsip Penentuan Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kegiatan belajar mengajar, sehingga harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah:

a.  Relevansi (kesesuaian)
Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi lain. Contoh:  kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah ”mendeskripsikan sistim gerak pada manusia dan hubungannya dengan manusia” maka pemilihan materi pembelajaran yang disampaikan seharusnya ”.

b.  Konsistensi (keajegan)
Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik ada dua macam maka materi yang diajarkan juga harus meliputi dua macam. Contoh: kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah ”pengajaran mengenai sistem panca indera”

c.    Adquency (kecukupan)
Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai konpetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum.


Cakupan Materi Pembelajaran

Dalam cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran harus memperhatikan beberapa aspek berikut:
  1. Aspek kognitif, aspek afektif atau aspek psikomotor, karena ketika sudah diimplementasikan dalam proses pembelajaran maka tiap-tiap jenis uraian materi tersebut memerlukan strategi dan media pembelajaran yang berbeda-beda. Selain memperhatikan jenis materi juga harus memperhatikan prinsip-prinsip yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan pembelajaran yang menyangkut keluasan dan kedalaman materi.
  2. Keluasan materi berarti menggambarkan seberapa banyak materi-materi yang dimasukkan ke dalam suatu materi pembelajaran. Kedalaman materi yang menyangkut rincian konsep-konsep yang terkandung di dalamnya yang harus dipelajari oleh peserta didik.
  3. Kecakupan atau memadainya cakupan materi juga perlu diperhatikan. Memadainya cakupan aspek materi pembelajaran akan sangat membantu tercapainya penguasaan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Cakupan atau ruang lingkup materi perlu ditentukan untuk mengetahui apakah materi yang akan diajarkan terlalu banyak, terlalu sedikit atau telah memadai sehingga terjadi kesesuaian dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian dan Prinsip Penyusunan Materi Pembelajaran"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel