Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Jenis Instrumen Penelitian dan Pengertian Instrumen Penelitian Menurut Para Ahli

5 Jenis Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu hal yang sangat penting  untuk memperoleh data atau informasi yang dibutuhkan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Instrumen juga mengacu pada berbagai metode yang dipakai oleh peneliti untuk memudahkan dalam mengumpulkan data dari responden.

Tanpa adanya instrumen, data tidak akan mungkin bisa diperoleh dan dianalisis dengan gampang. Istilah data mengacu pada semua bentuk informasi yang peneliti peroleh dari para responden.

Menurut Adedokun (2003: 57) bahwa data mengacu “pada fakta, pengamatan atau fakta apa pun yang berkaitan dengan subjek penelitian”. 

Untuk memperjelas pemahaman tentang instrumen penelitian, mari simak beberapa teori dibawah ini:


Pengertian Instrumen Penelitian

Definisi instrumen penelitian adalah mengacu pada serangkaian alat pengukuran (misalnya, kuesioner atau skala) yang dirancang untuk mendapatkan data-data tentang topik yang menarik dari subjek sebuah penelitian yang dilakukan oleh si peneliti.

Instrumen adalah istilah umum yang digunakan peneliti untuk perangkat pengukuran (survei, tes, kuesioner, dan lain-lain.). Untuk membantu membedakan antara instrumen dan instrumentasi, pertimbangkan bahwa instrumen adalah perangkat dan instrumentasi adalah tindakan (proses pengembangan, pengujian, dan penggunaan perangkat).

Baca juga : Pengertian dan prinsip pembelajaran

Instrumen penelitian dibedakan ke dalam dua kategori besar, yaitu instrumen yang dilengkapi oleh peneliti (researcher-completed instruments) dan instrumen yang dilengkapi oleh subjek penelitian (subject-completed instruments). Peneliti memilih jenis instrumen, atau instrumen apa, untuk digunakan berdasarkan pertanyaan penelitian.


Pengertian Instrumen Penelitian Menurut Para Ahli

Definisi instrumen penelitian menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

1. Menurut Sukmadinata (2010) Bahwa Pengertian instrumen penelitian adalah sebuah tes yang memiiki karekatristik mengukur informan dengan sejumlah pertanyaan dan pernyataan dalam penelitian, yang bisa dilakukan dengan membuat garis besar antara topik penelitian dengan contoh tujuan penelitian yang akan dilakukan.

2. Menurut Sugiono (2009) Bahwa instrumen penelitian ialah alat bantu yang dipergunakan oleh peneliti dalam mengukur fenomena sosial serta alam yang sesuai dengan variabel penelitian.

3. Notoatmodjo (2010), Mendefinisikan instrumen penelitian adalah sebagai alat-alat yang akan digunakan untuk mengumpulkan data, instrumen penelitian ini dapat berupa kuesioner, formulir observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan pencatatan data dan sebagainya.

4. Sanjaya (2011) menjelaskan Makna instrumen penelitian adalah alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi penelitian. Pada dasarnya, meneliti ialah melakukan pengukuran, sehingga harus meggunakan alat ukur yang valid dan baik.

5. Suharsimi Arikunto Mengemukakan Pengertian instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam melakukan kegiatannya untuk mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.

6. Ibnu Hajar mengartikan Instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variabel yang berkarakter & objektif. Jenis data yang dimaksud antara lain:

7. Menurut Suryabrata (2008) Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk merekam–pada umumnya secara kuantitatif–keadaan dan aktivitas atribut-atribut psikologis. Atibut-atribut psikologis tersebut secara teknis biasanya digolongkan menjadi atribut kognitif dan atribut non kognitif. Lebih jauh, dikatakan bahwa untuk atribut kognitif, perangsangnya ialah pertanyaan. Sedangkan untuk atribut non-kognitif, perangsangnya ialah pernyataan.

Baca juga: Pengertian Motivasi Belajar dan upaya meningkatkan motivasi belajar

5 Jenis Instrumen Penelitian

Ada berbagai bentuk instrumen pengukuran yang dapat digunakan oleh para peneliti untuk studi mereka; itu tergantung pada sifat penelitian yang akan dilakukan. 

Adapun untuk macam-macam bentuk dalam instrumen penelitian secara umum, adalah sebagai berikut;

1. Kuesioner/Angket

2. Wawancara

3. Observasi

4. Dokumentasi

5. Tes


1. Kuesioner

Kuisioner adalah instrumen berbentuk daftar pertanyaan yang biasa digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dari responden. 

Kuesioner terdiri dari serangkaian pertanyaan baik yang terstruktur dan tidak terstruktur.  Kuesioner yang salah akan menyebabkan hasil penelitian juga salah. 

Oleh karena itu, kuesioner yang dirancang harus valid, reliabel, dan tidak boleh palsu sehingga data yang dikumpulkan dapat memvalidasi penelitian.

Terdapat beberapa karakteristik kuesioner yang baik menurut Popoola (2011) terdiri atas:

1. Pertanyaan tidak boleh ambigu. Ini menyiratkan bahwa harus mampu hanya satu interpretasi.

2. Pertanyaan harus mudah dipahami.

3. Pertanyaan harus mampu memiliki jawaban yang tepat.

4. Pertanyaan tidak boleh mengandung kata-kata yang tidak jelas artinya.

5. Pertanyaan seharusnya tidak memerlukan perhitungan yang ketat.

6. Pertanyaan seharusnya tidak mengharuskan responden untuk memutuskan klasifikasi.

7. Pertanyaan tidak boleh dalam bentuk sedemikian rupa sehingga jawaban akan bias.

8. Kuisioner tidak boleh terlalu panjang.

9. Seharusnya tidak terlalu bertele-tele.

10. Kuesioner harus mencakup objek yang tepat dari penyelidikan.

Kuisioner memiliki banyak keunggulan yang dijamin anonimitas respondennya; itu memfasilitasi pengumpulan sejumlah besar data dalam periode yang relatif singkat dan murah untuk dikelola.

Akan tetapi, kelemahan utama dari metode ini adalah bahwa beberapa pertanyaan yang membingungkan dan menyesatkan tidak dapat diklarifikasi karena peneliti mungkin tidak ada di sana untuk menjelaskan pertanyaan.

Namun ada kalanya pertanyaan tersebut mungkin tidak mudah dipahami oleh individu yang buta huruf, dengan demikian, metode ini terbatas hanya untuk responden yang berpendidikan.


2. Wawancara

Wawancara Merupakan instrumen pengukuran atau yang dikenal sebagai kuesioner lisan. Ini melibatkan proses di mana peneliti mengumpulkan informasi dari responden melalui interaksi verbal. 

Seorang peneliti sebelumnya akan menyiapkan daftar pertanyaan terstruktur yang berkaitan dengan penelitian sebelum bertemu responden untuk pendapat mereka tentang suatu hal.

Peneliti mengajukan pertanyaan kepada responden dan jawabannya dicatat oleh peneliti. Bahan-bahan yang dapat digunakan selama periode wawancara termasuk tape recorder, kertas dan lain-lain. Wawancara dapat dilakukan secara pribadi atau melalui telepon atau sistem surat elektronik.

Keuntungan utama dari metode ini adalah menghasilkan tingkat respons yang tinggi. Selain itu, cenderung mewakili seluruh populasi penelitian, dan kontak pribadi antara peneliti dan responden memungkinkan peneliti untuk menjelaskan pertanyaan membingungkan dan ambigu secara detail (Aina, 2004; Popoola, 2011).

Namun, kelemahannya  termasuk biasnya pewawancara; tidak dapat diaksesnya responden dalam jumlah yang banyak dan jumlah data yang dapat dikumpulkan melalui metode ini biasanya terbatas dibandingkan dengan metode kuesioner.

Baca juga: 10 Gerakan yang dapat mengecilkan perut bisa dilakukan di Rumah

3. Observasi

Observasi adalah instrumen yang digunakan oleh seorang peneliti di mana perilaku atau situasi individu diamati dan dicatat. 

Ada dua jenis observasi: observasi partisipan dan observasi non-partisipan. Dalam pengamatan partisipan, peneliti adalah anggota kelompok yang akan diamati. Di sini, hasil yang akurat dan tepat waktu akan diperoleh oleh peneliti tetapi memiliki masalah bias.

Pengamatan non-partisipan di sisi lain, peneliti bukan anggota kelompok yang akan diamati. Di sini, hasilnya akan layak karena bebas dari bias tetapi memiliki masalah ketidaktepatan dan hasil yang tertunda.

Metode observasi lebih fleksibel dan lebih murah untuk dijalankan, menuntut kerjasama yang kurang aktif dari yang diamati dan hasilnya dapat diandalkan untuk kegiatan penelitian. Namun, Akinade & Owolabi (2009) menegaskan bahwa metode observasi adalah alat yang populer dalam penelitian terutama dalam ilmu perilaku dan sosial; karena memerlukan keterampilan khusus untuk membuat dan menilai pengamatan perilaku dalam penelitian.

Dalam melakukan pengamatan perilaku, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengembangkan kategori perilaku (skema pengkodean). Ini melibatkan pengidentifikasian atribut spesifik yang akan memberikan petunjuk untuk masalah yang dihadapi.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik Observasi

Kelebihan yang di daoatkan dari metode observasi, antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Dapat melihat langsung kegiatan sehari-hari informan
  2. Cocok untuk orang yang tidak memiliki tingkat kesibukan tinggi karena tidak harus terpaku pada waktu dan tempat tertentu
  3. Dapat mencatat secara bersamaan adanya kejadian tertentu

Adapun untuk kekurangan yang terdapat dalam metode pengamatan atau observasi, antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Dapat menimbulkan perilaku atau sikap yang berbeda dengan perilaku sehari-hari karena merasa diamati.
  2. Ada berbagai hal yang tidak terduga sehingga mengganggu proses pengamatan
  3. Ada kejadian atau keadaan informan yang sulit diamati karena bersifat terlalu pribadi dan rahasia


Teknik Observasi

Untuk teknik yang ada dalam observasi dalam instrument penelitian pada dasarnya dapatlah dibedakan menjadi dua macam, antara lain adalah sebagai berikut;

a. Observasi Partisipasi (Participant Observation)

Observasi partisipasi dilakukan dengan cara peneliti hadirdi tengah-tengah informan dan melakukan berbagai kegiatan bersama sambil mencatat informasi yang dibutuhkan. Kehadiran peneliti dapat diketahui oleh siapa pun sehingga observasi mi bersifat terbuka.

b. Observasi Nonpartisipasi (Nonparticipant Observation)

Observasi nonpartisipasi dilakukan tanpa kehadiran peneliti, bahkan mungkin responden tidak menyadani proses pengamatan tensebut. Observasi dilakukan dan jarak jauh atau antara peneliti dan infonman yang berbeda tempat.


4. Dokumentasi

Cara lain untuk dapat memperoleh data dan responden dan informan adalah menggunakan dokumentasi. 

Dengan dokumentasi, peneliti memperoleh infonmasi dan berbagai macam sumber. Informasi tersebut antara lain tempat tinggal, alamat, dan latar belakang pendidikan.

Kelebihan dan Kekurangan Dokumentasi

Kelebihan yang terdapat dalam instrument penelitian menggunakan metode dokumentasi, antara lain adalah sebagai benikut;

  • Memberikan gambaran benbagai informasi tentang informan pada waktu lampau (yang direkam atau di dokumentasikan)
  • Menyajikan informasi mengenai hubungan informasi pada masa lampau dengan kondisi sekarang
  • Merekam berbagai jenis data tentang informan atau responden seperti identitas responden, identitas orang tua responden, keadaan dan latar belakang keluarga responden, Iingkungan sosial, data psikis, prestasi belajar, data pendidikan dan data kesehatan jasmani

Adapun kekurangan yang terdapat dalam instrument penelitian dengan metode dokumentasi ini, antara lain adalah sebagai berikut;

  • Memerlukan validitas dokumentasi untuk mengetahui keabsahan dokumentas
  • Dokumentasi terkadang tidak lengkap sehingga dapat menyesatkan peneliti


Sumber Dokumen

Sumber dokumen yang ada di dalam pengembilan dalam instrument penelitian, pada umumnya dibedakan menjadi empat sebagai berikut.

  • Dokumen resmi, berupa dokumen atau berkas yang dikeluarkan oleh suatu lembaga secara resmi, misalnya rapor, nilai akhir semester, dan arsip sejarah.
  • Dokumen tidak resmi, berupa dokumen yang diperoleh dan sumber tidak resmi tetapi memberikan informasi penting terkait suatu kejadian.
  • Dokumen primer, berupa dokumen yang diperoleh dan sumber ash atau orang yang menjadi informan dan penehitan. Dokumen mi mempunyai nilai keaslian dan bobot lebih valid daripada dokumen lain.
  • Dokumen sekunder, berupa dokumen yang diperoleh selain dan sumber ash, bisa orang lain atau berbagai media seperti surat kabar, laporan penehitian, makalah, dan publikasi lainnya. Dokumen mi tidak memihiki nilai dan bobot keaslian sevahid dokumen primer.


5. Tes

Tes sebagai instrumen penelitian, khususnya dalam pengumpulan data penelitian merupakan serangkaian pertanyaan yang digunakan untuk mengukur keterampihan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan, dan bakat.

Macam Instrumen Penelitian Tes

Penjelasan mengenai tes ini, setidaknya terbagi menjadi lima bentuk, antara lainnya adalah sebagai berikut;

  • Tes kepribadian, yaitu tes yang digunakan untuk mengungkap kepribadian seseorang.
  • Tes bakat, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahul bakat seseorang.
  • Tes prestasi, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang dalam bidang tertentu, misalnya akademik.
  • Tes inteliegensi, yaitu tes yang digunakan untuk membuat penaksiran tingkat intelektuah seseorang.
  • Tes sikap, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur kecenderungan sikap seseorang.

Langkah Menyusun Instrumen Penelitian

Langkah yanga dipergunakan dalam penyusunan instrumen penelitian sebenarnya bisa dikatakan susuah dan gambang. 

Akan tetapi dalam kepastiannya penyusunan instrumen penelitian yang utamanya adalah mengkaji secara teoritik tantng subtansi penelitian yang akan dikur.

Menurut Iskandar (2008) yang diperlukan dalam penyusunan instrumen penelitian antara lain adalah sebagai berikut;

  • Memberikan pengulasan mengenai variabel penelitian yang diambil
  • Memberikan penjelasan mengenai variabel kepada sub dimensi dalam penelitian.
  • Mendapatkan indikator dari setiap sub dimensi yang dijelaskan.
  • Melakukan deskripsi terhadap kisi instrument dalam penelitian
  • Melakukan perumusan pertanyaan atau pernyataan
  • Membuat dan merancang petunjuk pengisian terhadap alat instrumen penelitian, baik kuesionar, wawancara penelitian, dan lain sebaginya


Sumber: dikutip dari situs (dosenpsikologi.com) dan (penelitianilmiah.com)

Posting Komentar untuk "5 Jenis Instrumen Penelitian dan Pengertian Instrumen Penelitian Menurut Para Ahli"